Wilu Jeung Sumping


Free Fast Money Online

Tampilkan postingan dengan label EKONOMI dan BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI dan BISNIS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

Pemerintah Harus Usut Penambangan Uranium di Papua

Pemerintah Harus Usut Penambangan Uranium di Papua
Jakarta  - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) Hazrul Azwar meminta pemerintah segera membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan penambangan uranium yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia di Papua.

"Pemerintah secepatnya mengambil langkah-langkah dengan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kebenaran adanya penambangan uranium yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia," kata Hazrul,Jakarta, Kamis.

Menurutnya, jika dugaan tersebut terbukti maka pemerintah harus segera membatalkan atau merevisi kontrak dengan PT Freeport Indonesia tersebut.

"Karena PT Freeport Indonesia sudah melanggar kontrak karena dalam kontrak itu tidak ada penambangan uranium. Izin yang diberikan hanya untuk menambang emas, biji besi dan tembaga," katanya.

Selain itu, pemerintah perlu meninjau ulang soal kontrak kerja antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia karena akan mempengaruhi soal pendapatan negara. "Tentu akan berdampak pada pendapatan negara," ujar Hazrul.

Di samping itu, dirinya juga meminta Komisi VII untuk segera membentuk tim untuk mengusut, menyelidiki laporan anggota DPRD Papua tersebut. "Kita berharap agar Komisi VII melakukan langkah penyelidikian," katanya.

Sementara anggota Komisi VII DPR RI Sayta Yudha mengatakan, bila ada penambangan mineral di suatu daerah diluar kontrak atau tanpa ijin, maka hal tersebut adalah illegal.

"Kalau memang benar PT Freeport Indonesia melakukan penambangan uranium, maka harus di stop. Ini masalah serius karena tidak dilaporkan ke pemerintah," kata Sayta Yudha.

Ia juga meminta kepada PT Freeport Indonesia untuk melakukan klarifikasi atas tudingan tersebut atas kebenaran informasi itu. Pemerintah juga harus proaktif untuk menindaklanjuti laporan anggota DPRD Papua tersebut dengan membentuk tim keteknisan.

"Tim Keteknisan harus benar-benar bekerja. Jangan sampai tim ini nanti melaporkan tidak ada penambangan uranium oleh PT Freeport Indonesia," kata Satya Yudha.
sumber: antaranews.com 

Freeport Produksi Uranium Secara Diam-diam

Freeport Produksi Uranium Secara Diam-diam
Jayapura (ANTARA News) - Freeport diduga menggali bahan baku uranium secara diam-diam sejak delapan bulan silam, kata Yan Permenas Mandenas S.Sos Ketua Fraksi Pikiran Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua kepada ANTARA di Jayapura, Selasa, di ruang kerjanya.

"Kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan telah berlangsung cukup lama," ungkapnya yang juga anggota Komisi C DPRDP.

Ia menambahkan, Freeport telah mencuri hasil kekayaan masyarakat Papua dan membohongi pemerintah dengan hasil tambang yang disalurkan lewat jaringan pipa-pipa bawah tanah.

"Selain emas, uranium juga diproduksi oleh Freeport," tambahnya.

Informasi ini menurutnya, didapatkan dari sejumlah masyarakat dan karyawan Freeport di Timika.

"Selain karyawan dan masyarakat, saya juga mendapat laporan dari sumber yang dapat dipercaya," tandasnya.

Hal ini sangat disayangkan mengingat pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar didunia ini, hanya berjumlah Rp30 milyar pada tahun lalu.

Mandenas juga mengeluhkan, bahwa dewan belum bisa bergerak karena terkendala masalah klasik, yaitu belum ada alokasi dana untuk turun ke lapangan.

"Kami belum bisa ke lapangan karena terkendala dana," katanya. (PSO-185/K004)
sumber: antaranews.com  

Free Money Signup With PTR